LSM GMBI Soroti Dugaan Penjualan Batu Proyek Nasional BHC oleh Oknum tak Bertanggungjawab

Lampung Selatan, RuangNews.id – Batu proyek Nasional untuk salah satu pembangunan Bakauheni Harbour City (BHC) berlokasi di Menara Siger Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan diduga dijual kepada masyarakat sekitar.

Berdasarkan investigasi tim LSM GMBI KSM Bakauheni Distrik Lampung Selatan dilapangan batu proyek yang seharusnya dipergunakan untuk kepentingan dalam pengerjaan proyek Bakauheni Harbour City (HBC) justru dijual oleh oknum orang lapangan di proyek tersebut seharga 200 ribu.

Sekretaris GMBI KSM Bakauheni Hendri Irawan mendamping Ketua KSM Bakauheni Saipudin mengatakan bahwa pihaknya sempat mengikuti mobil Dump Truck yang membawa batu ke lokasi sekitar BBJ.

“Waktu itu saya mengikuti mobil yang membawa batu dari menara siger ke salah satu lokasi di daerah muara pilu, alhasil batu tersebut dijual ke warga sekitar,” tegas Hendri Irawan kepada media, Rabu (29/3/2023).

Menurut dia, batu yang digunakan untuk pondasi proyek nasional itu oleh oknum lapangan proyek dijual dengan harga murah sekitar kisaran 200 ribu per dumptruck.

“Hasil konformasi, yang kami tau saat itu baru 6 mobil yang dijual disatu lokasi itu, kemungkinan dugaan kami mereka jual juga kepada orang lain, tapi ini baru dugaan kami,” jelasnya.

Dia menambahkan, batu pondasi itu diduga kelebihan dari pembangunan proyek ebih masjid BSI yang sudah diresmikan dilokasi Menara Siger Bakauheni.

“Iya bang, informasi yang kami ketahui bahwa yang seharusnya batu itu digunakan untuk nimbun atau dibawa ke lokasi sekitar Dermaga Eksekutif untuk menimbun, sebab sudah ada lokasinya disana, akan tetapi ada yang dijual kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi kepada masyarakat yang membeli batu yakni inisal E membenarkan bahwa pihaknya telah membeli batu dari proyek dilokasi Menara Siger dengan harga murah sebanyak 6 mobil.

“Satu rit (mobil_red) 200 ribu, saya pesan 6 mobil. Rencana batu ini untuk pembangunan talut dilokasi miliknya. Jika kita beli diluar bisa 650 ribu per mobil, ini hanya 200 ribu,” jelasnya seraya menirukan ucapan E.

Dilain sisi kata dia, mendapat informasi itu, pihaknya sebagai kontrol sosial mencoba mengkonfirmasi ke pihak penanggungjawab proyek yakni pak Hota. Namun jawabnya dirinya tidak mengetahui jika ada batu yang dijual kepada masyarakat.

“Kami datangi ke lokasi pada tanggal 19 Maret 2023, tapi jawabannya tidak mengetahui soal penjualan batu, karena biasanya kalau warga setempat yang minta memang di kasih akan tetapi tidak diperjual belikan,” terang Hendri seraya menirukan ucapan pak Hota.

Hingg berita ini diterbitkan belum ada tanggapan dan keterangan resmi dari pihak terkait. (Tim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.