Sekda Lamsel Bungkam Terkait Anggaran DAU untuk Guru Honorer Lulus Passing Grade, Ini Kata BPKAD

Lampung Selatan, Senin 21/11/2022, RuangNews.id – Tidak jelasnya status guru honorer lulus Passing Grade di Kabupaten Lampung Selatan menjadi tanda tanya besar bagi para guru honorer yang notabene adalah tenaga pendidik yang memiliki peran besar dalam mencerdaskan bangsa.

Pasalnya berdasarkan informasi yang masuk ke meja redaksi media Ruangnews.id, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan disinyalir masih memiliki Dana Alokasi Umum (DAU) berkisar diangka Rp 35 M yang mampu mengcover 797 Guru honorer lulus Passing Grade yang menuntut pengangkatan sebagai ASN PPPK.

Untuk menggali lebih dalam lagi awak media mencoba mengkonfirmasi Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan terkait pernyataannya pada aksi damai yang dilakukan oleh guru honorer lulus Passing Grade, yang menyatakan bahwa anggaran yang dimiliki oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan belum mampu melakukan perekrutan ASN PPPK sesuai tuntutan para pengunjuk rasa, hal ini menjadi pertanyaan besar sebab gaji PPPK bersumber dari Dana Alokasi Umum yang ditransfer oleh pemerintah pusat.

Namun sangat disayangkan, Thamrin S.Sos.M.M Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, terkait Dana Alokasi Umum yang dimiliki pemkab memilih tak menjawab pertanyaan awak media atau memilih bungkam.

Kemudian awak media mencoba menyambangi kantor BPKAD untuk bertemu langsung dengan Kepala BPKAD Wahidin Hamid namun yang bersangkutan tidak ada ditempat dan hanya ditemui oleh Riski Kabid anggaran.

Kepada awak media Riski menjelaskan terkait Dana Alokasi Umum yang diperuntukkan bagi honorer lulus Passing Grade,
Menurutnya berdasarkan informasi dari pemerintah pusat, bahwa anggaran PPPK masuk dalam floting Dana Alokasi Umum yang sifatnya earman atau memiliki peruntukan khusus, dana tersebut ada di APBD tapi tidak bisa digunakan untuk hal lain selain gaji PPPK.
Tapi secara prakteknya nanti untuk tahun 2023, anggaran tersebut belum tentu ditransfer sepenuhnya ke kas daerah sebab sampai saat ini meskipun sudah menyusun Rancangan APBD namun belum ada juknis yang turun dari pusat terkait penggunaan anggaran tersebut.

“Anggaran PPPK masuk floting Dana Alokasi Umum, peruntukannya nggak bisa digunakan untuk hal lain dan anggaran tersebut belum tentu ditransfer semua ke daerah, kami juga belum menerima juknis dari pusat,” terang Riski.

Masih menurut Riski, Anggaran Alokasi Umum untuk PPPK sudah masuk dalam proyeksi rancangan APBD 2023, terkait apakah anggaran tersebut bisa mengcover formasi guru honorer lulus passing grade, Ia mengatakan bahwa anggaran tersebut cukup tetapi mengenai kuota rekrutmen guru honorer lulus passing grade bukan kewenangan BPKAD tapi ada di BKD.

“Anggaran untuk guru honorer lulus passing grade sudah masuk proyeksi RAPBD 2023, anggarannya cukup, untuk rekrutmen bukan kewenangan kami,” jelasnya

Riski juga mengingatkan bahwa anggaran Dana Alokasi Umum yang sudah di floting oleh pemerintah pusat bukan hanya untuk guru saja namun juga untuk tenaga teknis lainnya dan belum ada juknisnya.

Saat awak media menanyakan apakah anggaran Dana Alokasi Umum untuk guru honorer lulus passing grade itu ada, Ia mengatakan bahwa anggaran itu ada berkisar diangka kurang lebih 35 Miliar dan sudah masuk proyeksi RAPBD 2023, namun nantinya dana yang tersedia belum tentu sebesar itu, sebab menurutnya anggaran tersebut belum tentu bisa dipastikan 100% ditransfer transfer oleh pemerintah pusat.

“Anggarannya ada sekitar 35 Miliar, sudah masuk proyeksi RAPBD 2023, tapi belum tentu ditransfer pusat 100%,” pungkasnya.

Riski juga berdalih bahwa apa yang dilakukan Pemkab Lamsel dalam rekrutmen PPPK adalah bentuk kehati hatian pemerintah dalam mengelola anggaran.

Sampai berita ini diturunkan sekretaris daerah kabupaten Lampung Selatan Thamrin belum bisa dimintai keterangan terkait pernyataannya saat menemui guru honorer lulus passing grade yang melakukan demonstrasi beberapa hari yang lalu.(IS/HS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.