Kualitas Pembangunan Rehab Jalan dinilai Kurang Baik, Warga Siring Jaha : Jangan Asal Jadi

Lampung Selatan, RuangNews.id — Warga Desa Siring Jaha, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan mengeluhkan pengerjaan jalan di daerah tersebut yang dinilai janggal dan memiliki kualitas kurang baik.

Pembangunan Rehabilitasi jalan tersebut di kerjakan CV. Bayu Brothers dengan nilai kontrak Rp. 628.825.488,13 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Besaran Daerah (APBD) Lampung Selatan itu menuai protes dari pengguna jalan dan warga setempat.

Salah satu warga siring jaha, yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, proses pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor tersebut terlalu mencolok dan diduga terlalu banyak meraup keuntungan, yang akhirnya baru selesai satu bulan lebih di bangun keadaan jalan nya sudah terlihat mengelupas.

“Kita ini hanya masyarakat awam, akan tetapi secara kasat mata kita bisa lihat mana yang sesuai dan mana yang tidak, sudah banyak kita lihat contoh yang lainnya, jangan-jangan pemborong terlalu banyak mencari keuntungan, makanya asal jadi saja,” ungkapnya pada saat melintasi jalan tersebut dan bertemu awak media di lokasi, Sabtu (06/08/2022).

Selain itu, lanjutnya, dirinya juga meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan dalam proses pengerjaan jalan tersebut. Jangan hanya menerima hasil yang bisa saja di manipulasi oleh oknum pemborong.

“Seharusnya dinas terkait juga ikut mengawasi, lihat prosesnya, sesuai atau tidak? Pembangunan ini menggunakan uang rakyat, dibangun untuk kesejahteraan rakyat, jangan hanya asal jadi, tapi kwalitasnya juga harus diperhatikan,” paparnya.

Keluhan senada juga dilontarkan pengguna jalan salah satu warga Kecamatan Sidomulyo,saat melintas, bahwa dirinya sangat senang dengan adanya pembangunan jalan tersebut. Namun, dirinya juga merasa pembangunan jalan tersebut terkesan asal jadi.

“Kita juga melihat kalau pengerasan yang dilakukan hanya asal-asalan, apalagi kualitas campuran materialnya menurut kita seperti banyak yang di kurangi dari spesifikasi, tapi apalah daya kita, kami hanya masyarakat awam dan mungkin seperti itu kali yang benar pengerjaannya”, ungkapnya sembari menggeleng – geleng kepala saat melihat kondisi jalan sudah mengelupas.

Dirinya juga berharap, adanya pihak terkait meninjau dan memastikan sesuai atau tidaknya bahan material yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan jalan tersebut.

“Seharusnya selalu diawasi ya pak, materialnya dilihat dan pada saat prosesnya juga selalu dipantau,” harap dia.

Sampai berita diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak terkait. (tim/RNews)

Peringatan dilarang menyalin, menyadur, mengkopi atau menyiarkan ulang tanpa seizin Redaksi Ruangnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.