Penggunaan Platform Berbasis Digital, Tingkatkan Resiliensi Bencana Alam

Nusa Dua, RuangNews.id – Penggunaan platform berbasis digital dapat meningkatkan resiliensi masyarakat terhadap bencana alam yang melanda. Karena, dengan teknologi itu mampu memprediksi terjadinya kejadian suatu bencana alam seperti gunung berapi.

“Mengembangkan platform untuk mengakses data dan aplikasi analitik sebagai berkontribusi penanganan bencana,” kata Undersecretary for Scientific and Technical Services Department of Science and Technology Filipina, Renato Solidum Jr, dalam Thematic Session 2: Data Challanges and Solution for Disaster Risk Management BNDCC, Nusa Dua, Bali pada Kamis (26/5/2022).

Menurut Renato, penggunaan platform berbasis digital dapat membuat pemetaan tentang kemungkinan terjadinya erupsi gunung berapi. Sehingga, instansi pemerintah terkait dapat membuat serangkaian langkah strategis dalam penanganan bencana itu, dari mulai persiapan hingga evakuasi dapat dilakukan pada waktu yang tepat.

“Dapat memprediksi sumber utama dari bahaya dan paparan melalui informasi risiko yang dilakukan instansi pemerintah terkait,” kata Renato.

Dalam menggunakan platform teknologi berbasis digital, tentunya akan membuat dampak dari bencana alam dapat diminimalisir. Dari jumlah korban hingga kerugian materi akibat terjadinya bencana alam dapat ditekan, melalui sejumlah prediksi yang dilakukan melalui teknologi tersebut.

Kemudian, penggunaan teknologi itu pun mampu membuat berbagai lapisan masyarakat dapat berpatisipasi dalam setiap kegiatan penanganan bencana alam. Dengan begitu, penanganan bencana dapat dilakukan dengan optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

“Kegiatan kami, analisis geografi untuk menilai paparan bahaya yang dilakukan oleh komunitas di tingkat provinsi, kota, dan desa,” tutur Renato.

Penggunaan teknologi berbasis digital itu, lanjut Rento, harus selaraskan dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal. Dengan memiliki itu, teknologi berbasis digital tersebut dapat dioperasikan secara optimal untuk kepentingan masyarakat yang berpotensi terdampak bencana alam.

“Untuk memfasilitasi infrastruktur digital tersebut harus diikuti dengan SDM yang kompeten,” pungkas Renato.

Foto/sumber/ Amiriyandi /InfoPublik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.